Senin, 28 September 2015

Pemijahan Lele Secara Buatan Dengan Penyuntikan Hormon Hypofisa


Rangsangan Pemijahan dengan Penyuntikan Hormon Pada Ikan Lele
Pembenihan Budidaya Ikan lele tidak hanya dilakukan dengan cara alami adapula pembenihan dengan cara buatan yaitu melalui penyuntikan Hormon untuk memberikan rangsangan pada ikan lele. Rangsangan tersebut akan meningkatkan kematangan telur, sehingga jumlah telur pada ikan akan lebih banyak yang dikeluarkan dalam pemijahan lele. Alam Ikan juga telah menganalisa secara umum berapa biaya yang dibutuhkan dalam pembenihan secara alami.

Jika kebutuhan benih mencapai 100.000 atau lebih cukup susah untuk mendapatkan jumlah yang sesuai dengan penggunaan Penyuntikan memungkinkan Kebutuhan benih lele yang sangat besardapat tercukupi. Penyuntikan hormon mutlak diperlukan.   Hormon alamiah bisa disiapkan dari kelenjar hipofisa lele atau dari ikan mas. Hormon buatan/sintesis adalah hormon buatan pabrik.

Beberapa jenis hormon sintesis tersebut misalnya Ovaprim, HCG, dan LHRH. Hormon Ovaprim relatif mudah diperoleh karena sudah dijual umum seperti di toko perikanan di beberapa kota besar. HCG sebenarnya merupakan hormon untuk manusia sehingga hanya dapat diperoleh bila disertai resep dokter, sedangkan LHRH tergolong agak sulit diperoleh.

Penyuntikan hormon alamiah (hipofisa)
Penyuntikan memerlukan kelenjar hipofisa. Kelenjar tersebut merupakan Hormon yang diambil dari kelenjar hipofisa yang terletak di bagian bawah otak kecil. Setiap ikan (juga makhluk bertulang belakang lainnya) mempunyai kelenjar hipofisa yang terletak di bawah otak kecil.
Hasil gambar untuk pemijahan lele teknik suntik hipofisa

Ikan lele akan menjadi resipien. Resepien adalah penerima hormon dari donor kelenjar hipofisa. Pendonor Hipofisa antara lain dapat dipilihkan dari lele, ikan mas (tombro, karper, Cyprinus carpio), atau lele lokal (Clarias batrachus). 

Hasil gambar untuk pemijahan lele teknik suntik hipofisa

a. Jumlah Dosis hipofisa
  • Jumlah dosis Hormon hipofisa untuk indukan lele adalah 3 dosis, Dengan ukuran berat 0,5 kg.
  • Dengan Ikan donor seberat 1,5 kg itu dapat terdiri dari 3 ekor yang masing-masing beratnya 0,5 kg atau 2 ekor yang beratnya 1 kg dan 0,5 kg atau dapat juga dipakai seekor yang beratnya 1,5 kg.
  • Ikan donor diharuskan sudah dewasa atau matang gonat, Ikan dewasa merupakan pilihan yang memiliki hormon hipofisa yang tinggi dibanding yang belum dewasa. Ikan donor dapat dipilihkan dari ikan jantan maupun dewasa.
b. Pengambilan hipofisa dan pembuatan ekstrak


    Cara mengambil kelenjar hipofisa dari ikan donor adalah sebagai berikut :

  • Pertama siapkan ikan donor, Ikan lele atau ikan mas
  • Pegang menggunakan lap agar tidak licin. Pegang bagian kepala, badan dengan lap, 
  • Bagian badan diletakan diatas talenen. 
  • Kepala ikan dipotong dibagian belakang tutup insangnya hingga kepalanya putus.
  • Setelah terpotong, sisir tulang kepalanya di atas mata hingga tulang tengkoraknya terbuka dan otaknya kelihatan.
  • Singkap otaknya menggunakan pinset, tepat dibagian bawah otak akan terlihat kelenjar hipofisa berwarna putih sebesar butiran kacang hijau.
  • Dengan tetap menggunakan pinset, kelenjar hipofisa diangkat dan diletakan ke dalam cawan yang bersih untuk dicuci dengan aquades hingga darah yang melekat hilang. Cara membersihkannya dengan disemprot aquades menggunakan pipet.
  • Setelah butir kelenjar hipofisa bersih, lalu masukan ke dalam tabung penggerus (dapat menggunakan kantong plastik kecil atau gelas). Selanjutnya kelenjar hipofisa digerus atau dipencet hingga hancur.
  • Encerkan kelenjar hipofisa tersebut dengan 1-1,5 ml aquades atau larutan garam fisiologis. Larutan garam fisiologis atau sering pula disebut cairan infus yang dapat diperoleh di apotek (dijual bebas). Dengan demikian, hormon GSH yang terkandung didalam hipofisa akan terlarut dalam cairan.
  • Larutan tersebut diendapkan beberapa menit hingga kotoran tampak mengendap didasar. Cairan dibagian atas diambil dengan tabung injeksi (spuit) untuk disuntikan pada ikan.
Hasil gambar untuk pemijahan lele teknik suntik hipofisa
c. Penyuntikan ekstrak hipofisa
    Induk sebagai resipien yang telah dipersiapkan sebelumnya, diambil dari dalam hapa. Induk tersebut dipegang dengan bantuan penyerok dari jaring supaya tidak licin. Hormon didalam spuit disuntikan didekat sirip punggung kedalam daging induk (intramuscular). Setelah disuntik, induk betina dimasukan kedalam kolam pemijahan yang telah dipersiapkan. Biarkan lele dalam keadaan tenang.

Hasil gambar untuk pemijahan lele teknik suntik hipofisa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar