Senin, 22 Agustus 2016

Penyuluh BKP3 Kab. Babar Berpartisipasi Di Pawai Karnaval Dalam Memperingati HUT NKRI Ke-71 Tahun


Sebagai wujud rasa syukur atas karuniaNYA yang telah memberikan kemerdekaan pada NKRI maka di HUT NKRI yang ke-71th para penyuluh yang ada di Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Kabupaten Bangka Barat mengikuti pawai karnaval.


Pawai ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT NKRI ke-71thn. Semangat perjuangan para pahlawan, etos kerja, loyalitas, kejujuran dan kedisiplinan semoga tetap membara dan berkobar disegenap generasi penerus bangsa dan seluruh lapisan mayarakat Indonesia.


Peserta pawai terdiri dari berbagai elemen yang ada masyarakat, seperti komunitas pendidikan dari anak SD, SMP, SMA/SMK, Instansi Pemerintahan yang ada di Kabupaten Bangka Barat maupun masyarakat umum.


Dalam hal ini BKP3 menurunkan sebagian besar dari penyuluhnya, baik penyuluh pertanian, penyuluh perikanan dan penyuluh kehutanan. Hal ini dengan maksud dan tujuan agar keberadaan para penyuluh diketahui masyarakat di wilayah Kabupaten Bangka Barat yang ikut berperan dalam memajukan bidang pertanian, perikanan dan kehutanan di wilayah binaannya masing-masing.
Dirgayahu Indonesiaku...jayalah Indonesia Raya...





Jumat, 05 Agustus 2016

Rembug Tani di masing-masing Desa di Kecamatan Parittiga


Tujuan dari rembug tani ini adalah tertampungnya keluhan, aspirasi dan usulan dari pelaku utama/ pelaku usaha di bidan pertanian, perikanan dan kehutanan yang ada di masing-masing desa di Kecamatan Parittiga.

Pelaksanaan rembug tani diadakan mulai hari Senin, 1 Agustus sampai dengan Jum'at 5 Agustus 2016 dimana dalam satu hari diadakan di dua desa. Senin, 1 Agustus 2016 di desa Bakit dan Desa Semulut. Selasa, 2 Agustus 2016 di desa Airgantang dan desa Kelabat. Rabu, 3 Agustus 2016 di desa Puput dan desa Sekarbiru. Kamis, 4 Agustus 2016 di desa Teluklimau dan desa Cupat dan terakhir hari Jum'at, 5 Agustus 2016 di desa Kapit dan desa Telak.

  Penyampaian materi tentang rencana kerja masing masing dinas tekait di bidang perikanan, pertanian dan kehutanan, seperti: bantuan benih ikan lele dan kerapu, bibit sapi, bantuan mesin kapal, alat bantu tangkap ikan, pelatihan bagi pembudidaya ikan, proram bioflok, KJA, pelatihan lada karet dan sawit untuk petani, bibit sawit dan karet. Materi dari BKP3 dalam hal ini diwakili oleh KJF wilayah kecamatan Jebus dan Kecamatan Parittiga yaitu Bapak Suveriyadi


Sesi tanya jawab antara pelaku utama/ pelaku usaha dengan penyuluh yang wilayah binaannya di desa tersebut, baik di bidang pertanian, perikanan dan kehutanan. Hal ini bertujuan agar dapat diketahui kendala dan permasalahan yang dihadapi pelaku utama/ pelaku usaha baik di bidang pertanian, perikanan dan kehutanan, potensi yang ada di masing-masing desa yang ada serta masukan/ aspirasi dan kebutuhan apa saja yang diperlukan di desa tersebut. selanjutnya disinkronkan dengan rencana kerja dari masing-masing instansi terkait yang ada seperti Dinas Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Peternakan maupun Kelautan dan Perikanan.

Diharapkan dengan adanya kegiatan rembug tani ini masyarakat didesa tersebut dapat mengenal penyuluh pendamping didesanya tersebut, serta jika terdapat suatu permasalahan bisa ditemukan solusi untuk mengatasinya.


Rabu, 03 Agustus 2016

PENYULUH PERIKANAN PNS, PPB DAN SWADAYA DI KABUPATEN BANGKA BARAT MENGIKUTI BIMTEK PAKAN PELLET BERBAHAN BAKU LOKAL

Pada Hari Rabu, 3 Agustus 2016 bertempat di Balai Benih Ikan (BBI) Kelapa Kabupaten Bangka Barat diadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) pembuatan pakan mandiri berbahan baku lokal dengan narasumber Bapak Herry, S.Si, M.Si. dari Pokja Pakan BBPBAT Sukabumi yang diselengggarakan oleh DKP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan difasilitasi oleh DKP Kabupaten Bangka Barat.


Adapun peserta yang mengikuti kegiatan bimtek yang mengusung tema “Proses Produksi Pellet Berbahan Baku Lokal” adalah semua penyuluh perikanan PNS, PPB dan swadaya yang ada di wilayah Kabupaten Bangka Barat.


Ketergantungan pembudidaya pada pakan pellet pabrikan yang tinggi serta mengingat harga pakan yang kian hari kian melambung, membuat pakan ikan buatan sendiri merupakan alternatif dan solusi terbaik bai pembudidaya ikan dan hal ini sering menjadi perrtanyaan bagi para pembudidaya ikan yang ada di wilayah kerja para penyuluh perikanan. Sehinga sangat diperlukan sekali pemberian bekal materi mengenai bimtek pembuatan pakan berbahan baku lokal bagi para penyuluh perikanan yang merupakan agen perubahan dan garda pembangunan kelautan dan perikanan.


Pakan ikan yang diproduksi dari bahan baku lokal, biasanya akan menghasilkan kualitas produk yang lebih bagus dibandingkan pakan dengan bahan baku impor. Bahan baku lokal yang dapat digunakan untuk pembuatan pakan ikan antara lain singkong, jagung, tepung ikan, nanas, dedak padi atau gandum, bungkil kedelai, minyak ikan, minyak sawit, cangkang kerang, ikan runcah, mineral serta asam amino. Yang terpenting bahan tersebut mengandung protein, bernutrisi tinggi, mudah diolah dan dihaluskan, tidak mengandung racun, serta mudah diperoleh di daerah tersebut.


Bahan baku lokal seperti singkong, nanas, dedak, ikan runcah, nanas, cangkang kerang sangat mudah didapatkan di daerah Bangka Belitung utamanya di Kabupaten Bangka Barat di desa Sukal Kecamatan Muntok banyak pembudidaya kerang darah yang otomatis menhasilkan cangkang.



Diharapkan dengan diadakannya bimtek tentang pembuatan pakan pellet berbahan baku lokal ini penyuluh perikanan dapat mentransferkan ilmu tersebut kepada pembudidaya-pembudidaya ikan yang ada di wilayah binaannya. Jika pembudidaya dapat membuat pakan mandiri dengan berbahan baku yang ada di sekitarnya dengan tetap memperhatikan formulasi pakannya maka dapat meminimalisir ketergantungan akan pakan impor atau pakan pabrikan yang secara langsung akan mengurangi biaya produksi dalam budidaya ikan serta dapat dikontrol kualitas pakannya yang akhirnya berimbas pada peningkatan hasil produksi.