Sabtu, 19 Oktober 2013

Ikan Teri Ikan "kecil" Yang Kaya Akan Kadar Kalsium

Setiap orang membutuhkan kalsium guna menjaga kesehatan tulang agar tidak terjadi osteoporisis yang bisa menyebabkan tulang keropos hingga patah tulang. Susu memang baik dalam memberikan kalsium untuk tulang, tapi tidak hanya susu saja yang bisa memberikan kalsium. Salah satu asupan kaya kalsium adalah ikan teri.

“Kalau kurang kalsium itu kan selain pengeroposan tulang juga bisa gigi jadi copot. Apalagi pada ibu hamil itu sangat diperlukan kalsium, double perlunya. Karena pada pembentukan janin itu kan ngambil kalsium dari ibunya, kalau sampai kurang kalsium gimana, bisa bahaya. Nah selain susu, ikan teri ini juga bagus. Tinggi kalsiumnya,” tutur Dr. dr. Fiastuti Witjaksono, MSc. MS. Sp.GK.
Hal tersebut disampaikan pada acara Media Launch Fonterra Brands Indonesia Dukung Penuh Komitmen Jakarta Bebas Osteoporosis, di The Cone, FX Lifestyle Center, Jakarta Selatan, Jumat (18/10/2013).
dr Fiastuti menjelaskan bahwa tulang pada ikan sangat bagus untuk dikonsumsi, oleh karena itu ikan teri yang dapat dimakan secara utuh sangat baik untuk dikonsumsi. Selain yang perlu diperhatikan adalah sebaiknya tidak mengkonsumsi ikan teri yang sudah diasinkan. Karena makanan yang asin atau mengandung banyak garam justru juga bisa membahayakan tulang.
“Faktor yang bisa memberi efek negatif terhadap tulang itu salah satunya konsumi garam yang berlebih. Pola makan orang Indonesia itu kan sukanya yang asin, yang tasty, ditambahin terus itu garam. Padahal kan kita enggak tahu kalau makanan yang kita makan itu sudah mengandung garam. Akhirnya garam berlebih, bahaya sama tulang,” jelas dr Fiastuti.
Menurut dr Fiastuti, kandungan kalsium yang terdapat pada 100 gr beberapa jenis ikan teri adalah 500 mg sampai 972 mg. Itulah mengapa ikan teri dikatakan mengandung kalsium yang tinggi. Bahkan tidak hanya kalsium, ikan teri juga memiliki kandungan fosfor yang baik.
sumber: detikhealth.com

Minggu, 13 Oktober 2013

Rekayasa Pengangkutan Ikan Hidup


Misalnya, kemampuan ikan dalam mengonsumsi O2 perlu dicermati. Biasanya, dasar yang digunakan untuk mengukur konsumsi ikan atas O2 selama pengangkutan adalah berat ikan dan suhu air. Jumlah O2 yang dikonsumsi ikan tergantung jumlah oksigen yang tersedia. Jika kandungan O2 meningkat, ikan akan mengonsumsi O2 pada kondisi stabil, dan ketika kadar O2 menurun konsumsi ikan atas O2 akan lebih rendah. Nilai pH, CO2, dan amoniak juga berpengaruh penting. Nilai pH air merupakan faktor kontrol yang bersifat teknis akibat perubahan kandungan CO2 dan amoniak. CO2 sebagai hasil respirasi ikan akan mengubah pH air menjadi asam. Perubahan pH menyebabkan ikan menjadi stres, dan cara menanggulanginya yaitu dengan menstabilkan kembali pH air selama pengangkutan dengan larutan bufer. Sementara itu, pengangkutan ikan hidup dengan teknik kering merupakan cara yang dianggap lebih efektif. Ikan yang dijual dalam keadaan hidup lebih tinggi nilainya dibandingkan ikan mati. Karena itu, penguasaan teknik pengangkutan ikan dalam keadaan hidup sangatlah penting, khususnya bagi pelaku usaha di bidang jasa pengangkutan ikan.

Ternyata, teknik pengangkutan ikan hidup cukup mudah alias tidak memerlukan pengetahuan yang rumit. Ada sejumlah cara, dari yang tradisional hingga yang paling sederhana. Setiap cara tergantung media yang dipergunakan, juga jarak dan waktu tempuh ke tempat tujuan. Namun umumnya, teknik pengangkutan ikan hidup terbagi ke dalam dua, yaitu teknik basah yang menyertakan media air; dan teknik kering, tanpa penyertaan air.

Teknik basah terdiri dari dua sistem, yaitu sistem terbuka dan sistem tertutup. Sistem terbuka sudah lazim dilakukan, yaitu ikan diangkut dalam wadah terbuka. Sistem ini mudah diterapkan. Berat ikan yang aman untuk diangkut dengan sistem terbuka tergantung efisiensi sistem aerasi, lama pengangkutan, suhu air, ukuran, dan jenis ikan. Pengangkutan ikan hidup dengan sistem ini umumnya dilakukan untuk jarak tempuh pendek dan waktu yang singkat.

Sementara itu, pengangkutan ikan hidup dengan sistem tertutup memerlukan suplai oksigen yang cukup. Dalam wadah tertutup, oksigen sangat terbatas. Karena itu, perlu diperhatikan faktor penting yang memengaruhi keberhasilan pengangkutan yaitu kualitas ikan, oksigen, suhu, pH, CO2, amoniak, serta kepadatan dan aktivitas ikan.

Terkait oksigen (O2) meskipun risiko kematian ikan cukup besar. Dalam pengangkutan teknik kering, media yang digunakan bukanlah air. Karena itu, ikan harus dikondisikan dalam aktivitas biologis rendah sehingga konsumsi ikan atas energi dan oksigen juga rendah. Semakin rendah metabolisme ikan, semakin rendah pula aktivitas dan konsumsi oksigennya. Dengan begitu, ketahanan hidup ikan untuk diangkut di luar habitatnya semakin besar. 

Penurunan aktivitas biologis ikan bisa dilakukan dengan pemingsanan. Setidaknya terdapat tiga cara pemingsanan ikan, yaitu dengan penggunaan suhu rendah, pembiusan dengan zat kimia, dan penyetruman dengan arus listrik. Pemingsanan dengan penggunaan suhu rendah dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu penurunan suhu secara langsung, di mana ikan dimasukkan dalam air bersuhu 100-150oC sehingga ikan pingsan seketika; dan penurunan suhu secara bertahap, di mana suhu air sebagai media ikan diturunkan secara bertahap sampai ikan pingsan. 

Ada pula pemingsanan ikan dengan bahan anestasi (pembius). Bahan anestasi yang digunakan untuk pembiusan ikan yaitu MS-222, Novacaine, Barbital sodium, dan bahan lainnya tergantung berat dan jenis ikan. Selain bahan-bahan anestasi sintetik, pembiusan juga dapat dilakukan dengan zat cauler pindan cauler picin yang berasal dari ekstrak rumput laut Caulerpa sp.

Senin, 07 Oktober 2013

Sosialisasikan konsep Blue Economy Menteri Kelautan & Perikanan Terbitkan Buku “Our Blue Economy: An Odyssey to Prosperity” di Forum APEC Bali 2013

Buku ini memaparkan konsep Blue Economy sebagai solusi untuk memaksimalkan potensi kekayaan laut Indonesia yang mencapai US$ 1,2 triliun per tahun
 
Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Sharif C. Sutardjo, hari ini meluncurkan sebuah buku mengenai konsep pengelolaan sektor kelautan bertajuk “Our Blue Economy: An Odyssey to Prosperity” di Forum APEC Bali 2013. Melalui buku, Menteri Kelautan menyampaikan berbagai macam informasi dan potensi kelautan di Indonesia, termasuk bagaimana strategi pengelolaan sektor kelautan yang tepat dan dapat memberikan manfaat optimal bagi kesejahteraan rakyat.

“Buku ini memberikan gambaran kepada kita betapa besar potensi kelautan Indonesia dan bagaimana konsep Blue Economy menjadi sangat relevan untuk diterapkan. Saya berharap buku ini dapat menjadi referensi bagi upaya pengembangan dan pengelolaan potensi kelautan Indonesia,” jelas Sharif pada acara Book Launch & Business Networking Kementerian Kelautan & Perikanan dengan Bloomberg TV Indonesia di Nusa Dua, Bali, Sabtu (5/10).

Sebagai negara kepulauan dengan 17.499 pulau dan memiliki garis pantai sepanjang 104 ribu kilometer atau terpanjang kedua di dunia, potensi kelautan sangat besar. Diperkirakan, potensi ekonomi di sektor kelautan, baik yang berhubungan dengan sumber daya alam dan pelayanan maritim nilainya mencapai lebih dari US $ 1,2 triliun per tahun. Dengan potensi kelautan yang demikian besar, kontribusi sektor kelautan Produk Domestik Bruto (PDB) hanya sekitar 22%.

Sharif mengungkapkan, saat ini dan di masa depan sektor kelautan dan perikanan semakin memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendorong perekonomian Indonesia. Buktinya, sejak strategi industrialisasi perikanan mulai dicanangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada tahun 2011, produktivitas di sektor ini terus meningkat.

Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS), pada kuartal II -2013 sektor kelautan dan perikanan tumbuh 7% dibandingkan periode yang sama tahun 2012. Tingkat pertumbuhan ekonomi di sektor kelautan dan perikanan itu lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,81%.

Menurut Sharif, meskipun industrialisasi perikanan telah berhasil mendorong produktivitas dan nilai tambah di sektor kelautan terus meningkat, namun penerapan konsep Blue Economy akan semakin memperkuat pengelolaan potensi kelautan secara berkelanjutan, produktif, dan berwawasan lingkungan. Pendekatan Blue Economyjuga akan mendorong pengelolaan sumber daya alam secara efisien melalui kreativitas dan inovasi teknologi.

“Konsep Blue Economy juga mengajarkan bagaimana menciptakan produk nir-limbah (zero waste), sekaligus menjawab ancaman kerentanan pangan serta krisis energi (fossil fuel). Melalui konsep Blue Economy kita akan dapat membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat, mengubah kemiskinan menjadi kesejahteraan serta mengubah kelangkaan menjadi kelimpahan,” tambahnya.

Agar penerapan konsep Blue Economy berjalan dengan baik, Sharif melanjutkan, dibutuhkan sinergi diantara para pemangku kepentingan. Oleh karena itu, dukungan kemitraan dari masyarakat, sektor swasta, akademisi, peneliti, pakar pembangunan, lembaga nasional dan internasional mutlak harus dilakukan. Parastakeholders tersebut secara bersama-sama dapat mendorong dan mengawal transformasi menuju pemanfaatan sumber daya laut yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir
.
“Masa depan Indonesia sesungguhnya ada di laut. Jika seluruh aset dan potensi kelautan dapat dikelola dan dimanfaatkan secara optimal, seharusnya kontribusinya terhadap PDB bisa jauh lebih besar daripada saat ini. Apalagi, seperti yang sudah diproyeksikan oleh Mckinsey Global Institute, sektor kelautan (perikanan) termasuk empat pilar utama selain sumber daya alam, pertanian, dan jasa yang akan membawa Indonesia menjadi negara dengan perekonomian terbesar nomor tujuh di dunia di tahun 2030,” tegas Sharif.
sumber: kkp.go.id

Jumat, 04 Oktober 2013

DKP Ikuti Bangka Barat Fair 2013

Bangka Barat Fair resmi dibuka pada hari Kamis, 3 Oktober 2013 pada malam hari. Antusiasme warga Bangka Barat, utamanya yang ada di sekitar Muntok terlihat tinggi juga lho. Ini bisa kita lihat saat pembukaan Bangka Barat Fair 2013 (BBF 2013) dimana pengunjung terlihat membludak dan berjubel untuk menyaksikan acara pembukaan. Disamping itu juga ada yang sengaja datang hanya untuk melihat-lihat stand-stand pameran yang ada di BBF 2013.

Tabuhan beduk berulang-ulang oleh Sekda Bangka Barat (Babar), Ramli Ngad Jum serta pesta kembang api menandai pembukaan kegiatan Pameran Pembangunan Kabupaten Bangka Barat (Bangka Barat Fair 2013) yang berlangsung di alun-alun komplek perkantoran Pemkab Bangka Barat. Kemudian adaa juga pesta kembang api yang sangat dinanti-nanti oleh warga dan semua yang hadir di alun-alun tersebut.

Pameran Pembangunan Babar Resmi Dibuka
Sekda Ramli Ngad Jum mewakili Bupati Bangka Barat, Zuhri M Syazali didampingi Wakil Ketua DPRD Bangka, Hendra Kurniady menabuh beduk diikuti dengan bunyi sirena meramaikan pekan pameran.
Bupati Tutup Bangka Barat Fair 2013
Ketua Pameran Pembangunan Kabupaten Bangka Barat 2013, Zumrowi Ahyar, dalam sambutannya mengatakan, sejumlah acara sudah dipersiapkan untuk meramaikan kegiatan pameran dimulai 3 Oktober hingga 7 Oktober. Diantaranya, pertunjukan kesenian, festival musik, lomba kicau burung termasuk tarik tambang.
"Pameran kedepan kita harapkan akan lebih besar bertepatan dengan Bangka Barat sebagai tuan rumah MTQ tingkat provinsi," kata Zumrowi.
Sementara, Sekda Bangka Barat, Ramli Ngad Jum, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan pameran pembangunan sangat strategis dan penting dalam untuk penyebaran informasi dan juga promosi kepada masyarakat baik oleh instansi pemerintah maupun kalangan swasta. "Kita berharap pameran dapat berjalan baik dan mendapat respons dari masyarakat," ucapnya.



Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangka Barat juga ikut berpartisipasi di BBF 2013 ini. Persiapan jauh-jauh hari telah dipersiapkan dan lakukan oleh pegawai DKP. stand kami menyediakan dan memfasilitasi bagi para nelayan, petani ikan maupun masyarakat umum yang membutuhkan informasi mengenai budidaya perikanan maupun yang lainnya yang ada hubungannya dengan Kelautan dan Perikanan.


Di stan DKP juga menjual aneka ikan dan hasil laut baik dalam kondisi segar maupun yang sudah di freezer. Alhamdulillah animo masyarakat juga tinggi. Ikan-ikan banyak yang laku terjual, ada ikan nila, patin, louhan, mas koki, koi, lele, maupun udang, daging ikan giling, dsb.




Alhamdulillah ternyata pengorbanan, usaha dan semua yang telah dilakukan oleh DKP tidak sia-sia. Stand DKP mendapat Juara I sebagai Stand yang terbaik. Selamat untuk Dinas Kelautan dan Perikanan...semoga semakin semangat dalam tugas, berkarya dan mengabdi untuk masyarakat Bangka Barat khususnya dan bangsa Indonesia umumnya. Dan semoga di tahun mendatang acara Bangka Barat Fair lebih semarak, seru, ramai dan diminati oleh seluruh lapisan masyarakat Bangka Barat khususnya dan khalayak ramai lainnya pada umumnya.
Salam Perikanan ^_^

Jumat, 20 September 2013

Mahasiswa IPB Temukan Produktifitas Ikan Dari Suara

Satu lagi karya anak bangsa dihasilkan. Tim mahasiswa Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, menemukan inovasi yang dapat menentukan produktivitas ikan gurame dari suara yang dihasilkannya.
Humas IPB, Waluyo Suprihartono, di Bogor, Jawa Barat, Senin, menjelaskan, tim peneliti mahasiswa itu adalah I Gede Mahendra Wijaya, Dhaniyanto Mayrendra Rasyid, dan I Made Teguh Wirayudha.
Penelitian yang dibimbing oleh dosen pembimbing Dr Ir Sri Pujiyati, MSi itu dilakukan melalui Program Kreativitas Mahasiswa. Ia menjelaskan bahwa inovasi itu berhasil masuk dalam Inovasi Indonesia Paling Prospektif tahun 2012 yang dikeluarkan Pusat Inovasi Bisnis, Kementerian Riset dan Teknologi.
I Gede Mahendra Wijaya menjelaskan, penelitian itu dilakukan dengan menggunakan metode bioakustik, yang biasa digunakan untuk melihat pola dan karakter suara mamalia laut secara umum. Namun I Gede Mahendra mengaitkan bioakustik dengan produktivitas pada ikan gurame. Menurut dia, hal ini baru yang pertama kalinya dilakukan di Indonesia.
Sementara itu untuk melakukan perekaman suara I Gede Mahardika dan tim menggunakan alat bantuhydrophone. Penelitian ini didasarkan pemikiran bahwa perlunya satu metode yang mampu dikembangkan untuk mengetahui mutu indukan ikan gurame yang efektif dan efisien tanpa menyentuh ikan itu sendiri.
Sebab, katanya, saat ini penyeleksian indukan ikan umumnya dengan cara menganalisis tingkat kematangan gonad, namun metode ini dilakukan harus dengan cara pembedahan gonad ikan dan diteliti melalui mikroskop.
Sementara pada masyarakat tradisional, kata dia, mereka hanya melihat dari karakter dan fisiologi ikan. Cara seperti ini dinilai kurang efektif, selain dapat melukai ikan juga memakan waktu yang lama.
Ia menjelaskan proses penelitian yang dilakukan Mahendra dan tim terbilang mudah yaitu dengan mendengarkan suara yang dihasilkan oleh ikan dalam beberapa tahap.
Kemudian suara yang sudah terekam dianalisa untuk mendapatkan karakteristiknya (frekuensi dan intensitas suara). Karakteristik suara dari masing-masing indukan ikan tersebut kemudian dibandingkan dengan jumlah telur yang dihasilkannya.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan ikan yang memiliki produktivitas tinggi memiliki rentang frekuensi dan intensitas yang lebih sempit yaitu 2.952 Hz dan rentang intensitas 19 dB, dibandingkan dengan ikan yang memiliki produktivitas yang lebih rendah dengan rentang frekuensi maupun intensitas yang lebih lebar yaitu 5.062 hz dan rentang intensitas 30 dB.
Saat ini, katanya, penelitian tersebut masih terus dilanjutkan untuk mendapatkan data yang lebih maksimal. Teknologi ini, kata dia, diharapkan mampu memberi solusi bagi pembudidaya ikan gurame agar dapat dengan cepat dan mudah melakukan penyortiran indukan gurame yang unggul tanpa harus menyakiti induk ikan. ”Sehingga dengan sortiran tepat indukan yang produktif dapat membantu peningkatan penghasilan petani dalam budi daya ikan gurame,” katanya.
sumber: Antaranews.com

Minggu, 25 Agustus 2013

SELAYANG PANDANG CYBER EXTENSION PUSLUH KP BPSDMKP


        Kementerian Kelautan dan Perikanan mempunyai visi “Pembangunan Kelautan dan Perikanan yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan Untuk Kesejahteraan Masyarakat” dan misi “1) Mengoptimalkan Pemanfaatan Sumberdaya   Kelautan   dan   Perikanan, 2) Meningkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing  Produk  Kelautan  dan  Perikanan, 3) Memelihara Daya Dukung dan Kualitas Lingkungan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan.
        Badan  Pengembangan  SDMKP mengembangkan  Visi adalah : ”Mencetak Sumber Daya Manusia Unggul Bagi Pembangunan Kelautan dan Perikanan yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan. Untuk Kesejahteraan Masyarakat” danMisiyaitu :1) Mencetak Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan Yang Mampu Mengoptimalkan Pemanfaatan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan; 2) Mencetak Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan yang Mampu Meningkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan; dan 3) Mencetak Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan yang Mampu Memelihara Daya Dukung dan Kualitas Lingkungan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan.
         Dalam mewujudkan visi dan misi KKP dan Pengembangan SDM KP, penyuluhan perikanan mempunyai peran yang penting dan strategis karena posisi penyuluh perikanan berada digaris terdepan yang berhadapan langsung dengan pelaku utama (nelayan, pembudidaya ikan, pengolah/pemasar ikan dan petambak garam) dan pelaku usaha KP guna menyukseskan pencapaian program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan.
         Penyuluh Perikanan sebagai pendamping  kompeten dituntut mampu menjembatani berbagai sumber informasi dengan pelaku utama/usaha perikanan sebagai pengguna. Untuk itu penguasaan teknologi mutlak dimiliki penyuluh, seiring dengan 1) peningkatan kualitas sumber daya pelaku utama/usaha perikanan, 2) kemajuan tekonologi informasi dan komunikasi, serta 3) pertimbangan efektivitas dan efisiensi penyebarluasan informasi. Kehadiran teknologi informatika merupakan tantanganbagi penyuluhperikananagar menguasai keterampilan computer dan  memanfaatkan internet.
         Sejalan dengan Era pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, maka perlu adanya penyampaian informasi teknologi serta materi penyuluhan terbaru dengan cepat, dan murah kepada penyuluh perikanan. Untuk percepatan diseminasi materi penyuluhan KP yang bersumber dari teknologi KP  yang dihasilkan unit kerja penghasil teknologi KP tersebut, maka Pusluh KP menginisiasi membangun sistem informasi penyebarluasan materi penyuluhan KP atau cyber extension.
Cyber Extension adalah suatu mekanisme pertukaran informasi melalui area cyber, suatu ruang imajiner-maya di balik interkoneksi jaringan komputer melalui peralatan komunikasi.
Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi sebagai media baru penyuluhan ini dirasa lebih efektif dan efisien dalam penyelenggaraan penyuluhan  guna meningkatkan akses informasi kepada penyuluh  sehingga proses transformasi ilmu ke pelaku utama/usaha menjadi update. Disamping itu, user juga dapat secara interaktif berbagi informasi dan ilmu pengetahuan di kolom yang disediakan. Peran serta
Sehubungan dengan hal tersebut  teknologi KP terekomendasi yang sudah dihasilkan dapat dimuat dalam  cyber extensionuntuk digunakan oleh penyuluh  perikanan sebagai bahan penyusunan materi penyuluhan kepada pelaku utama perikanan
      Tujuan yang diharapkan dari operasional dan pemanfaatan cyber extension adalah:
  1. Menyediakan dan menyebarluaskan teknologi KP yang terekomendasi kepada penyuluh perikanan dan pelaku utama/usaha perikanan di Indonesia melalui media on-line berbasis web, sehingga memungkinkan jangkauan penyebaran materi penyuluhan meluas dan tidak dibatasi waktu dan tempat.
  2. Mengumpulkan materi penyuluhan spesifik lokasi hasil kaji terap dan kearifan lokal dari daerah yang memungkinan penyuluh perikanan berbagi (sharing) materi penyuluhan dengan penyuluh perikanan di daerah lain untuk diketahui atau dapat digunakan oleh penyuluh perikanan di daerah lain.
  3. Mendapatkan umpan balik (feed-back) dari penyuluh perikanan dan pelaku utama/usaha perikanan terhadap materi penyuluhan dari teknologi terekomendasi yang sudah dimuat dalam cyber extension untuk disampaikan kepada Balitbang KP dan unit kerja teknis KKP penghasil teknologi KP.
  4. Mendapatkan informasi kebutuhan teknologi KP terkini yang dibutuhkan oleh pelaku utama dan pelaku usaha KP untuk disampaikan kepada Balitbang KP dan unit kerja teknis KKP penghasil teknologi KP.
  5. Meningkatkanya jejaring lembaga penghasil teknologi KP dengan lembaga penyuluhan serta teknis dinas di daerah,
       Secara etimologi, cyber extension terdiri dari dua kata yaitu cyber dan extension. Cyber menurut Oxford Dictionary berarti yang berhubungan dengan Teknologi Informasi, Internet, dan virtual reality. Sedangkan Extension secara harfiah dapat disebut sebagai “tindakan atau proses memperluas atau memperpanjang sesuatu”. Itu bisa Perluasan area, waktu maupun ruang. Jadi Extension atau penyuluhan adalah sebuah mekanisme sentral dalam proses pembangunan, baik dari segi transfer teknologi dan pengembangan sumber daya manusia. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Cyber Extension merupakan media komunikasi inovasi baru yang bersifat hybrid dan konvergen yang memanfaatkan jaringan internet, komunikasi melalui komputer dan multimedia interaktif digital untuk menjembatani proses transformasiilmu pengetahuan dan teknologi baru di berbagai bidang secara cepat.
Sasaran Cyber Extension meliputi penyuluh perikanan dan pelaku utama/usaha perikanan
      Aplikasi Cyber extension diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada peningkatan pengetahuan dan keterampilan khususnya penyuluh perikanan dalam memberikan materi penyuluhan kepada pelaku utama dan pelaku usaha KP.
      Operasional dan pemanfaatan cyber extension membutuhkan komitmen kerja sama yang baik dari berbagai stakeholderpembangunan KP, khususnya lembaga penghasil teknologi dan lembaga penyuluhan.

Minggu, 18 Agustus 2013

Download UU_PP_Permen_Kepmen Bidang Kelautan&Perikanan

Bagi penyuluh perikanan ataupun semua yang bekerja dan melakukan aktifitas yang ada hubungannya dengan perikanan terkadang membutuhkan pengetahuan dan informasi tentangUndang-Undang, Keputusan Menteri ataupun Peraturan Pemerintah yang ada hubungannya dengan dunia perikanan.

Barangkali anda sebagai Penyuluh perikanan mungkin  membutuhkan Informasi tersebut, maka bersama ini saya akan membantu untuk berbagi dan memberikan informasi mengenai Undang undang sekitar Kelautan dan Perikanan, disini anda akan saya hubungkan dengan link lainnya, dimana dari link di bawah ini anda langsung bisa mencari dan mendownload sesuai dengan kebutuhan yang sedang anda cari/pun butuhkan. 
silahkan anda klik link di bawah ini:


semoga penyuluh perikanan tetap semangat
dan semakin jayalah budidaya perikanan di negeri Indonesia tercinta