Tampilkan postingan dengan label penyuluhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyuluhan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Oktober 2020

Luhkan Mengikuti Kegiatan Sosialisasi KUR dari Bank Sumselbabel ke Nelayan di Kec.Muntok

 Pada Hari Senin, 19 Oktober 2020 Luhkan mengikuti Kegiatan Sosialisasi KUR dari Bank Sumselbabel ke Nelayan Kecamatan Muntok bertempat di Pantai Batu Rakit, Kp. Mentok Asin Kelurahan Tanjung Kecamatan Muntok.

Kegiatan sosialisasi KUR ini juga dihadiri oleh Bapak Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung beserta jajarannya, Plt. Bupati Kab.Bangka Barat, Sekda Kab. Bangka Barat, Dinas terkait seperti Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangka Belitung dan Dinas terkait lainnya.

Kegiatan ini dimanfaatkan oleh nelayan untuk bertanya maupun curhat secara langsung kepada Bapak Gubernur mengenai kendala, hambatan dan tantangan yang di hadapi dan di alami oleh nelayan di daerah ini. Diharapkan ada solusi ataupun jalan keluar terbaik bagi nelayan atas permasalahan atau kendala yang mereka hadapi selama ini dari pemerintah.

Semoga bantuan pemerintah berupa KUR kepada nelayan ini dapat dipergunakan dan dimanfaatkan dengan tepat guna dan mampu meningkatkan penghasilan tangkapan nelayan yang pada akhirnya secara langsung ataupun tidak langsung dapat meningkatkan kesejahteraan perekonomian mereka.

salam penyuluhan

sejahteralah pelut pesut KP


Rabu, 15 Maret 2017

Update Data & Anjangsana ke Pengolah Ikan di Kelurahan Tanjung Kec. Muntok Kab. Babar


Srikandi Luhkan PNS dan PPB serta Arjuna Luhkan PPB wilbi Kecamatan Muntok melakukan kunjungan dan koordinasi ke Kelurahan Sungai Daeng, membahas tentang sosialisasi pentingnya update data pelaku utama/usaha bidang KP di masyarakat di wilayah kelurahan tersebut. Di upgrade lagi mana-mana pelaku usaha/utama yang masih aktif ataupun yang sudah tidak aktif lagi serta apakah ada potensi lainnya lagi dibidang KP di wilaya tersebut.




Melakukan kunjungan dan pendampingan pada pengolah ikan di Jalan Perumnas Kelurahan Tanjung Kecamatan Muntok. membantu mendampingi dan menfasilitasi pelaku utama dalam mendapatkan label kemasan untuk produk olahan yang mereka buat.



Melakukan pembinaan dan pendampingan pada pengolah yang juga terdata di dinas disperindagkop untuk mendapatkan fasilitasi ddalam hal pirt, layak disurey untuk tempat usaha yang higienies dan sesuai standart dalam usaha pengolahhan ikan.





Minggu, 19 Februari 2017

Pembentukan Kelompok Budidaya Pokdakan Bunga Padi di Kec. Muntok Kab. Babar

Penyuluh Perikanan Bantu (PPB) wilayah binaan Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat selama ini telah melakukan pembinaan pada pelaku utama budidaya di Kecamatan Muntok. Di tahun ini 2017 ditempatkan juga penyuluh perikanan PNS di Kecamatan Muntok, sehigga luhkan PNS dan PPB saling bersinergi dan bekerjasama dengan baik dilapangan dalam membina pelaku utama/ pelaku usaha bidang kelautan dan perikanan utamanya di wilbi kami ini.


Pada bulan ini telah terbentuk satu kelompok "Pokdakan" dengan nama Bunga Padi di kelurahan Tanjung Kecamatan Muntok. Semoga dengan adanya kelompok tersebut pelaku dapat saling bertukar informasi ilmu, belajar berorganisasi, saling bekerjasama untuk mengembangkan  dan memajukan usahanya secara bersama-sama agar ke depannya usahanya lebih maju, manfaat dan maslahat.




Setelah pembentukan berita acara pembentukan keelompok, luhkan melakukan monitoring dan pembinaan ke anggota kelompok Bunga Padi, hal ini dilakukan agar bisa diketahui kendala dan hambatan apa saja yang dihadapi pelaku utama budidaya, hasil produksi panen sesuai target atau tidak dan sebagainya. Hal ini menjadi masukan buat luhkan sebagai petuggas lapangan dan jika memungkinkan dapat memberikan masukan/ sharing ilmu kepada pelaku utama budidaya.


  






Jumat, 05 Agustus 2016

Rembug Tani di masing-masing Desa di Kecamatan Parittiga


Tujuan dari rembug tani ini adalah tertampungnya keluhan, aspirasi dan usulan dari pelaku utama/ pelaku usaha di bidan pertanian, perikanan dan kehutanan yang ada di masing-masing desa di Kecamatan Parittiga.

Pelaksanaan rembug tani diadakan mulai hari Senin, 1 Agustus sampai dengan Jum'at 5 Agustus 2016 dimana dalam satu hari diadakan di dua desa. Senin, 1 Agustus 2016 di desa Bakit dan Desa Semulut. Selasa, 2 Agustus 2016 di desa Airgantang dan desa Kelabat. Rabu, 3 Agustus 2016 di desa Puput dan desa Sekarbiru. Kamis, 4 Agustus 2016 di desa Teluklimau dan desa Cupat dan terakhir hari Jum'at, 5 Agustus 2016 di desa Kapit dan desa Telak.

  Penyampaian materi tentang rencana kerja masing masing dinas tekait di bidang perikanan, pertanian dan kehutanan, seperti: bantuan benih ikan lele dan kerapu, bibit sapi, bantuan mesin kapal, alat bantu tangkap ikan, pelatihan bagi pembudidaya ikan, proram bioflok, KJA, pelatihan lada karet dan sawit untuk petani, bibit sawit dan karet. Materi dari BKP3 dalam hal ini diwakili oleh KJF wilayah kecamatan Jebus dan Kecamatan Parittiga yaitu Bapak Suveriyadi


Sesi tanya jawab antara pelaku utama/ pelaku usaha dengan penyuluh yang wilayah binaannya di desa tersebut, baik di bidang pertanian, perikanan dan kehutanan. Hal ini bertujuan agar dapat diketahui kendala dan permasalahan yang dihadapi pelaku utama/ pelaku usaha baik di bidang pertanian, perikanan dan kehutanan, potensi yang ada di masing-masing desa yang ada serta masukan/ aspirasi dan kebutuhan apa saja yang diperlukan di desa tersebut. selanjutnya disinkronkan dengan rencana kerja dari masing-masing instansi terkait yang ada seperti Dinas Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Peternakan maupun Kelautan dan Perikanan.

Diharapkan dengan adanya kegiatan rembug tani ini masyarakat didesa tersebut dapat mengenal penyuluh pendamping didesanya tersebut, serta jika terdapat suatu permasalahan bisa ditemukan solusi untuk mengatasinya.


Rabu, 03 Agustus 2016

PENYULUH PERIKANAN PNS, PPB DAN SWADAYA DI KABUPATEN BANGKA BARAT MENGIKUTI BIMTEK PAKAN PELLET BERBAHAN BAKU LOKAL

Pada Hari Rabu, 3 Agustus 2016 bertempat di Balai Benih Ikan (BBI) Kelapa Kabupaten Bangka Barat diadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) pembuatan pakan mandiri berbahan baku lokal dengan narasumber Bapak Herry, S.Si, M.Si. dari Pokja Pakan BBPBAT Sukabumi yang diselengggarakan oleh DKP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan difasilitasi oleh DKP Kabupaten Bangka Barat.


Adapun peserta yang mengikuti kegiatan bimtek yang mengusung tema “Proses Produksi Pellet Berbahan Baku Lokal” adalah semua penyuluh perikanan PNS, PPB dan swadaya yang ada di wilayah Kabupaten Bangka Barat.


Ketergantungan pembudidaya pada pakan pellet pabrikan yang tinggi serta mengingat harga pakan yang kian hari kian melambung, membuat pakan ikan buatan sendiri merupakan alternatif dan solusi terbaik bai pembudidaya ikan dan hal ini sering menjadi perrtanyaan bagi para pembudidaya ikan yang ada di wilayah kerja para penyuluh perikanan. Sehinga sangat diperlukan sekali pemberian bekal materi mengenai bimtek pembuatan pakan berbahan baku lokal bagi para penyuluh perikanan yang merupakan agen perubahan dan garda pembangunan kelautan dan perikanan.


Pakan ikan yang diproduksi dari bahan baku lokal, biasanya akan menghasilkan kualitas produk yang lebih bagus dibandingkan pakan dengan bahan baku impor. Bahan baku lokal yang dapat digunakan untuk pembuatan pakan ikan antara lain singkong, jagung, tepung ikan, nanas, dedak padi atau gandum, bungkil kedelai, minyak ikan, minyak sawit, cangkang kerang, ikan runcah, mineral serta asam amino. Yang terpenting bahan tersebut mengandung protein, bernutrisi tinggi, mudah diolah dan dihaluskan, tidak mengandung racun, serta mudah diperoleh di daerah tersebut.


Bahan baku lokal seperti singkong, nanas, dedak, ikan runcah, nanas, cangkang kerang sangat mudah didapatkan di daerah Bangka Belitung utamanya di Kabupaten Bangka Barat di desa Sukal Kecamatan Muntok banyak pembudidaya kerang darah yang otomatis menhasilkan cangkang.



Diharapkan dengan diadakannya bimtek tentang pembuatan pakan pellet berbahan baku lokal ini penyuluh perikanan dapat mentransferkan ilmu tersebut kepada pembudidaya-pembudidaya ikan yang ada di wilayah binaannya. Jika pembudidaya dapat membuat pakan mandiri dengan berbahan baku yang ada di sekitarnya dengan tetap memperhatikan formulasi pakannya maka dapat meminimalisir ketergantungan akan pakan impor atau pakan pabrikan yang secara langsung akan mengurangi biaya produksi dalam budidaya ikan serta dapat dikontrol kualitas pakannya yang akhirnya berimbas pada peningkatan hasil produksi.

Kamis, 21 April 2016

PERSYARATAN PEMBENTUKAN KOPERASI PERIKANAN


Dalam rangka mendukung program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui pelaksanaan penumbuhan 600 koperasi perikanan guna meningkatkan kapasitas kelembagaan kelompok perikanan dan/atau gabungan kelompok perikanan binaan Penyuluh Perikanan pada Tahun 2016, maka Pusat Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan, Badan Pengembangan SDM dan Pemberdayaan Masyarakat KP mendorong percepatan pelaksanaan penumbuhan koperasi perikanan yang diinisiasi oleh Penyuluh Perikanan di provinsi dan kabupaten/kota.

Sehubungan hal tersebut, sesuai surat kami terdahulu Nomor : B.176/BPSDMPKP.04/TU.210/IV/2016 tanggal 15 Maret perihal inisiasi penumbuhan koperasi perikanan, kami mengharapkan bantuan dan kerjasama seluruh kelembagaan yang menangani penyuluhan di provinsi dan kabupaten/kota kiranya dapat menginventarisasi seluruh calon koperasi perikanan yang memenuhi kriteria sesuai UU No.25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian dan Permen Koperasi dan UKM No. 10 Tahun 2015 tentang Lembaga Koperasi supaya dalam bulan April hingga Juni 2016 dapat dilakukan pemberkasan secara bersama terhadap kelengkapan dokumen calon koperasi baru tersebut. Selanjutnya pada Tahun 2016, Pusat Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat KP memfasilitasi pelaksanaan pemberkasan dokumen di 34 provinsi.

Dalam rangka memudahkan Penyuluh Perikanan dalam melakukan proses pemberkasan calon koperasi perikanan, maka terlampir kami sampaikan beberapa form terdiri dari dokumen persyaratan pembentukan koperasi perikanan, contoh dokumen AD/ART dan akte pendirian Koperasi.
Adapun persyaratan untuk pendirian koperasi dapat diunduh pada link di bawah ini:

Jumat, 15 April 2016

Anjangsana ke Pembudidaya di Desa Airgantang (Part 2)


Anjangsana kali ini masih di laksanakan di Desa Airgantang Kecamatan Parittiga tepatnya di jalan Kebun Ubi Dusun Penganak. Wilayah Kebun Ubi memiliki jalan yang relaif sulit dijangkau dengan sepeda motor biasa, dalam hal ini yang biasanya saya pakai untuk ke lapang. 


Alhasil dengan di antar suami dan anak, kami menuju wilayah binaan saya ini dengan mengendarai mobil. Sesampainya di rumah ketua RT Kebun Ubi yaitu Sofan yang tenyata masih sangat muda dan memiliki semangat yang tinggi untuk memajukan desanya, kami berganti kendaraan dengan memakai motor Xtrail milik pak RT. Hal ini dikarenakan medan yang sulit dijangkau disaat musim hujan, jalanan tidak beraspal, berupa tanah merah yang licin dan berpasir.


Kami menuju salah satu rumah warga di wilayah ini yang memiliki kolam bekas galian tambang timah di depan rumahnya. Beliau pernah melakukan budidaya dengan karamba tancap, tapi seringkali tidak berhasil karena ikan yang dipelihara sering hilang dicuri orang. Hal ini disebakan karena letak kolam yang memang persis di pinggir jalan utama di desa tersebut, serta seringkali orang sengaja memancing di kolam bekas galian timah tersebut.


Para pemuda di Kebun Ubi berencana menghidupkan kolam bekas galian timah yang dirasa memiliki kesesuaian tempat untuk usaha budidaya ikan air tawar. Jadi mereka dengan swadaya sendiri berencana mengembangkan budidaya ikan air tawar di kolam bekas galian timah tesebut. Semoga niat baik mereka untuk mengembangkan dan memajukan desanya dapat terlaksana dan terealisassikan dengan lancar dan sukses.

Kamis, 14 April 2016

Anjangsana ke Pembudidaya di Desa Airgantang (Part 1)

20160403_113159
Kali ini saya, sebagai penyuluh yang wilayah binaannya di Kecamatan Parittiga Kabupaten Bangka Barat turun ke lapang tepatnya di desa Airgantang. Bapak Asmadi yang merupakan salah satu ketua RT di desa tersebut telah lama mengggeluti usaha budidaya. Hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa petak kolam tanah yang ada di samping rumah beliau. 

Pada awalnya usaha budidaya tersebut berjalan lancar, akan tetapi sempat mengalami penurunan dan bahkan berhenti. Saat ini dengan antusiasme yang tinggi beliau ingin menghidupkan lagi usaha budidayanya tersebut.

Sangat disayangkan jika tidak dikembangkan lagi, bukankah media atau tempat budidaya sudah ada, tingggal bagaimana cara membudidayakan, perlakuan, sistem pakan, saluran airnya dan manajemen pemasarannya yang harus diperbaiki dan ditingkatkan. Semoga tetap semangat ya, pak. Kami sebagai penyuluh moga bisa mendampingi, saling sharing informasi pengetahuan demi perkembangan dan suksesnya budidaya yang bapak lakukan.