Ketergantungan masyarakat di Kepulauan Bangka Belitung pada potensi perikanan tangkap yang memiliki keterbatasan dan potensi penambangan timah yang tidak terbarukan, diupayakan untuk diminimalisir dengan pengembangan sektor-sektor lain yang dapat menunjang perekonomian. Salah satu sektor perikanan yang mulai dikembangkan sebagai alternatif sumber pencaharian masyarakat di kabupaten Bangka Barat adalah budidaya perikanan laut.
Setelah sukses dengan budidaya kerang darah di kecamatan Muntok, Dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten Bangka Barat menginisiasi pengembangan budidaya perikanan laut berbasis teknologi karamba jaring apung HDPE dengan sistem demplot untuk budidaya ikan kerapu cantik.
Kelompok Bakit Sejahtera di desa Bakit Kecamatan Parittiga menjadi pilot project pengembangan budidaya ikan kerapu cantik di kabupaten Bangka Barat. Pada hari Sabtu, 28 Mei 2016 lalu, kelompok ini telah berhasil mencapai langkah sukses pertamanya dengan melaksanakan panen partial.Benih ikan kerapu cantik sebanyak 2500 ekor yang ditebar untuk 10 unit KJA pada bulan November 2015 ini mencapai ukuran 400-500 gram per ekor sebanyak 350 kg atau ± 700 ekor ikan kerapu cantik. Panen yang dilakukan oleh kelompok Bakit Sejahtera dengan disaksikan oleh Pejabat Dinas Kelautan Perikanan Kabupaten Bangka Barat dan Karantina ikan serta Perangkat Desa setempat ini langsung di ekspor melalui eksportir di Kijang, Kepulauan Riau.
Keberhasilan ini menciptakan harapan baru pengembangan potensi laut di Bangka Barat. Beberapa kelompok serupa bermunculan untuk ikut serta mengembangkan potensi budidaya laut yang terabaikan selama ini. Pengembangan perikanan budidaya di laut diharapkan memberikan dampak positif pada meningkatnya kepedulian terhadap perairan laut dan menjadi barier pada eksploitasi tambang yang kurang ramah lingkungan. Semoga langkah cemerlang ini menjadi awal yang baik untuk kesejahteraan masyarakat perikanan di masa mendatang.







