Minggu, 27 September 2015

Maggot Pakan Alternatif Ikan Bergizi Tinggi


Makin ketatnya persaingan di pasar internasional telah menuntut produsen perikanan dunia untuk Berlomba menghasilkan produk berkualitas terbaik dengan harga terendah.Karena itu selain tak henti melakukan pembaruan teknologi, efisiensi produksi juga kiannyaring digaungkan oleh banyak pihak, terutama dalam hal pakan. Sebab biaya pakan  menyumbang sekitar 60% terhadap biaya produksi usaha perikanan budidaya.

Sampai sekarang ini, harga pakan cenderung naik dari waktu ke waktu akibat kian menipisnyaketersediaan tepung ikan sebagai bahan baku utama pakan. Lebih celaka lagi, Indonesia selama ini menggantungkan sebagian besar pemenuhan tepung ikan dari pasokan impor sehingga sulit menghindari melambung nya harga pakan. Namun kebingungan soal pakan tidak perlu lagi dikahawtirkan lagi, Sebab saat ini sudah bisa menemukan bahan pengganti tepung ikan.

Bahan yang dimaksud adalah maggot larva lalat bunga dari spesies Hermetia illucens (larva Black Soldier Fly) yang diproduksi melalui proses biokonversi. Biokonversi ini merupakan proses untuk mengubah bentuk dari produk yang kurang bernilai menjadi produk bernilai menggunakan agen biologi.

Maggot memang layak jadi harapan baru di bisnis perikanan budidaya. Hasil penelitian dari Loka Riset  Kementerian Kelautan dan Perikanan menyebutkan, maggot memiliki kadar protein yang sama dengan tepung ikan yaitu sekitar 40-50%. Kelebihan lainnya, maggot mudah dibudidayakan secara massal dengan menggunakan bungkil kelapa sawit (Palm Kernel Meal/PKM) sebagai media tumbuh.

Tentang maggot, keberadaanya bisa ditemui hampir di seluruh dunia dengan ukuran larva sekitar 2 cm. Beberapa kelebihan belatung ini antara lain bisa mereduksi sampah organik, bisa hidup dalam toleransi pH yang cukup luas, tidak membawa atau menjadi agen penyakit, masa hidup cukup lama (± 4 minggu) dan untuk mendapatkanya tidak memerlukan teknologi tinggi.

Sementara Black Soldier Fly (Hermentia illucens)—sang lalat—adalah serangga yang hidup di pepohonan yang berbunga. Sari bunga (madu) merupakan makanan utamanya. Siklus hidupnya selalu melakukan metamorfosa seperti kupu-kupu. Selanjutnya, si prajurit hitam yang sudah dewasa akan kawin dan selanjutnya meletakkan telurnya pada media yang memungkinan sebagai makanan bagi larvanya. Dalam waktu 2-4 hari telur akan menetas menjadi maggot kecil, selanjutnya akan bertambah besar sampai 2 cm pada umur 4 minggu.


Sampai umur 2 minggu maggot masih berwarna putih dan selanjutnya warna semakin berubah menjadi kekuningan sampai hitam dan menjadi pupa pada umur ± 4 minggu. Setelah 4 minggu pupa akan menetas menjadi serangga dewasa. Mengenai kandungan gizi maggot jika dibandingkan tepung ikan secara umum tak kalah. Maggot juga mengandung asam amino dengan kadar yang sedikit lebih rendah daripada tepung ikan. Sedangkan kandungan asam lemak linoleat (n-6) tepung maggot lebih tinggi daripada tepung ikan.

Pengembangan budidaya maggot kini masih terus dikaji, baik terkait dengan nilai gizinya ataupun prospek pengembangan dan aplikasinya sebagai pakan ikan maupun sebagai pengganti tepung ikan. Sebagai media tumbuh maggot dipilih bungkil kelapa sawit. Alasannya karena bahan ini mempunyai kandungan gizi yang lebih baik dibandingkan produk limbah lainnya seperti ampas tahu, ampas kecap serta ketersedianya cukup banyak dan kontinyu.

Budidaya maggot bisa dilakukan pada skala kecil dengan menggunakan drum/baskom dan skala besar pada bak-bak yang berukuran besar yang kedap air. Fermentasi bungkil kelapa sawit menggunakan air dengan perbandingan 1 bagian bungkil kelapa sawit dengan 2 bagian air. Bungkil yang telah dicampur air dimasukan dalam tong/baskom atau bak berukuran besar dan ditempatkan di ruangan terbuka. Agar media tidak terkena air hujan, wadah budidaya diberi atap sebagai pelindung. Disamping itu untuk memudahkan lalat Black soldier menempelkan telur maka di atas media fermentasi ditempatkan daun kering. Setelah 2-4 minggu pemeliharaan, maggot sudah bisa dipanen. Ukuran panen disesuaikan dengan bukaan mulut ikan yang akan diberi pakan maggot (jika maggot segar).

Budidaya maggot ini masih terkendala pasokan sulitnya mendapatkan bungkil kelapa sawit dari pabrik. Bukan itu saja, harga bungkil sawit dari tahun ke tahun juga selalu meningkat. Jika harga ini telah menembus Rp 1.000 per kg, maka kegiatan ini menjadi tidak menguntungkan bagi pembudidaya ikan.

Di sini peran pemerintah sangat diharapkan untuk menstabilkan harga bungkil kelapa sawit agar tetap di bawah Rp 1.000 per kg. Dalam penggunaan maggot sebagai pakan ikan, bisa diberikan dalam dua cara yakni langsung (maggot hidup/) dan ke dua tepung maggot sebagai sumber protein pakan menggantikan tepung ikan.

Hasilnya cukup sangat memuaskan. Misalnya pada ikan patin, substitusi maggot segar dengan pakan komersial pada ikan patin jambal menunjukan bahwa benih patin jambal yang diberi pakan substitusi maggot hidup 25% dan pakan komersial 75%, menghasilkan laju pertumbuhan terbaik serta bisa menurunkan biaya pakan Rp 352 per kg ikan.

Substitusi maggot masih bisa ditingkatkan sampai 35% tanpa menurunkan performan pertumbuhan dan efisiensi pakan. Sebagai sumber protein pakan pengganti tepung ikan, penggunaan protein tepung maggot sekitar 28%. Pada pembesaran ikan patin siam kebutuhan protein tepung maggot mencapai 34,7%.

Pada ikan nila merah, penggunaan maggot segar 50% ditambah pakan komersial 50% akan menghasilkan laju pertumbuhan terbaik. Selain itu bisa menurunkan biaya pakan sebesar Rp 1.819 per kg ikan. Substitusi maggot masih bisa ditingkatkan sampai 54% tanpa menurunkan performan pertumbuhan dan efisiensi pakan. Sedangkan sebagai sumber protein pengganti tepung ikan, tepung maggot bisa digunakan sebanyak 50% sebagai sumber protein pakan untuk pakan pembesaran ikan nila merah. Hasil penelitian lainnya, maggot bisa menggantikan 50% pakan komersial pada ikan lele.

Kamis, 10 September 2015

Budidaya Ikan Mas

1. BUDIDAYA IKAN MAS
Budidaya ikan mas (Cyprinus carpio L.) telah lama berkembang di Indonesia. Selain mudah juga peluang usaha ikan mas cukup menjanjikan. Permintaan pasarnya tinggi, namun pasokan rendah. Keadan ini menjadikan harga ikan mas cukup menguntungkan. Budidaya ikan mas dilakukan dalam beberapa tahapan.


a. Pematangan Gonad di kolam tanah
Pematangan gonad ikan mas bisa dilakukan di kolam tanah. Caranya, siapkan kolam ukuran 100 m2; keringkan selama 2 – 4 hari dan perbaiki seluruh bagian kolam; isi air setinggi 50 – 70 cm dan alirkan secara kontinyu; masukan 200 kg induk; beri pakan tambahan (pelet) sebanyak 3 persen/hari.

b. Pematangan di kolam air deras
Pematangan gonad juga bisa dilakukan di kolam air deras. Caranya, siapkan kolam air deras ukuran 30 m2; keringkan selama 2 – 4 hari; isi air setinggi 60 – 80 cm dan alirkan secara kontinyu; masukan 150 kg induk; beri pakan tambahan (pelet) sebanyak 3 persen/hari. Catatan : induk jantan dan betina dipelihara terpisah.

c. Seleksi
Seleksi induk dilakukan dengan melihat tanda-tanda pada tubuh. Tanda induk betina yang matang gonad : perut gendut, gerakan lamban, lubang kelamin kemerahan dan berukuran 2 – 3 kg. Tanda induk jantan : gerakan lincah, keluar cairan putih susu bila dipijit lubang kelaminnya, dan berukuran antara 0,7 – 1,0 kg.

d. Pemijahan dan Penetasan di kolam tanah
Pemijahan ikan mas bisa dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan kolam ukuran 12 m2; perbaiki seluruh bagiannya; keringkan selama 3 – 5 hari; isi air setinggi 60 cm dan alirkan secara kontinyu; pasang hapa ukuran panjang 4 m, lebar 2 m dan tinggi 1 m; pasang 10 buah kakaban; masukan 2 ekor induk betina; masukan pula 4 – 6 ekor induk jantan; biarkan memijah; setelah memijah ambil induk jantan dan betina; biarkan telur menetas di tempat itu.

e. Pemijahan dan Penetasan di bak
Pemijahan juga bisa dilakukan di bak. Caranya : siapkan bak ukuran 12 m2; keringkan selama 3 – 5 hari; isi air setinggi 60 cm dan alirkan secara kontinyu; pasang hapa ukuran panjang 4 m, lebar 2 m dan tinggi 1 m; pasang 10 buah kakaban; masukan 2 ekor induk betina; masukan pula 4 – 6 ekor induk jantan; biarkan memijah; setelah memijah ambil induk jantan dan betina; biarkan telur menetas di tempat itu.

f. Pendederan I
Pendederan pertama dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan kolam ukuran 1.000 m2; keringkan 4 – 5 hari; perbaiki seluruh bagiannya; buatkan kemalirnya; ratakan tanah dasarnya; tebarkan 10 – 15 karung kotoran ayam atau puyuh; isi air setinggi 40 cm dan rendam selama 5 hari (air tidak dialirkan); tebar 100.000 ekor larva pada pagi hari; setelah 2 hari, beri 1 – 2 kg tepung pelet atau pelet yang telah direndam setiap hari; setelah 2 minggu, sebar ke kolam lain bila penuh; panen setelah berumur 3
minggu.


g. Pendederan II
Pendederan kedua dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan kolam ukuran 1.000 m2; keringkan 4 – 5 hari; perbaiki seluruh bagiannya; buatkan kemalirnya; ratakan tanah dasarnya; tebarkan 10 – 15 karung kotoran ayam atau puyuh; isi air setinggi 40 cm dan rendam selama 5 hari (air tidak dialirkan); tebar 40.000 ekor (telah diseleksi); beri 3 – 5 kg tepung pelet atau pelet yang telah direndam setiap hari; panen setelah berumur sebulan.

h. Pendederan III
Pendederan ketiga dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan kolam ukuran 1.000 m2; keringkan 4 – 5 hari; perbaiki seluruh bagiannya; buatkan kemalirnya; ratakan tanah dasarnya; tebarkan 10 – 15 karung kotoran ayam atau puyuh; isi air setinggi 40 cm dan rendam selama 5 hari (air tidak dialirkan); tebar 20.000 ekor (telah diseleksi); beri 3 – 5 kg tepung pelet atau pelet yang telah direndam; panen setelah berumur sebulan.

i. Pembesaran di kolam tanah
Pembesaran ikan mas bisa dilakukan di kolam tanah. Caranya: siapkan sebuah kolam ukuran 1.000 m2; perbaiki seluruh bagiannya; tebarkan 10 – 15 karung kotoran ayam atau puyuh; isi air setinggi 60 cm dan rendam selama 5 hari; masukan 100 kg benih hasil seleksi; beri pakan 3 persen setiap hari, 3 kg di awal pemeliharaan dan bertambah terus sesuai dengan berat ikan; alirkan air secara kontinyu; lakukan panen setelah 3 bulan. Sebuah kolam dapat menghasilkan ikan konsumsi antara 400 – 500 kg.


j. Pembesaran di kolam air deras
Pembesaan ikan mas bisa dilakukan di kolam air deras (KAD). Caranya, siapkan sebuah kolam air deras ukuran 30 m2; keringkan selama 2 – 4 hari; isi air setinggi 60 – 80 cm dan alirkan secara kontinyu; masukan 150 kg induk; beri pelet setiap hari secara adlibitum (beri saat lapar dan hentikan setelah kenyang; lakukan panen setelah 3 bulan. Sebuah kolam air deras dapat meghasilkan ikan konsumsi sebanyak 1 – 1,5 ton.


k. Pembesaran di kolam jaring apung
Pembesaan ikan mas bisa juga dilakukan di kolam jaring apung (KJA). Caranya, siapkan sebuah kolam jaring apung lapis pertama; masukan 300 kg induk; beri pelet setiap hari secara adlibitum (beri saat lapar dan hentikan setelah kenyang; lakukan panen setelah 3 bulan. Sebuah KJA dapat meghasilkan ikan konsumsi antara 1,5 – 2 ton.

Selasa, 25 Agustus 2015

Badan Ketahanan Pangan Dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Mengikuti Bangka Barat Fair 2015

Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menggelar pameran pembangunan atau Bangka Barat Fair 2015 yang diproyeksikan mampu menjadi ajang promosi berbagai potensi yang dimiliki daerah, terutama di wilayah Kabupaten Bangka Barat. Bangka Barat Fair resmi dibuka pada hari Selasa, 25 Agustus 2015 pada malam hari dan akan berakhir pada Senin malam tanggal 31 Agustus 2015.




BBF 2015 resmi dibuka oleh Bapak Bupati Ustad Zuhri dan Bapak Wakil Bupati Bapak Sukirman yang berlangsung di alun-alun komplek perkantoran Pemkab Bangka Barat. Setelah kata sambutan oleh mereka berdua, kemudian dilanjutkan dengan pesta kembang api yang sangat dinanti-nanti oleh warga dan semua yang hadir di alun-alun tersebut. Antusiasme warga Bangka Barat, utamanya yang ada di sekitar Muntok terlihat tinggi juga lho. Ini bisa kita lihat saat pembukaan BBF 2015 dimana pengunjung terlihat membludak dan berjubel untuk menyaksikan acara pembukaan.


Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Kabupaten Bangka Barat juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Stand BKP3 dengan moto “Melalui Kegiatan Penyuluhan Kita Tingkatkan Kemandirian Pangan Mayarakat Dengan Pengembangan Potensi Pangan Lokal Menuju Mayarakat Bangka Barat Mandiri dan Sejahtera” menyediakan informasi mengenai potensi pertanian, kelautan dan perikanan serta kehutanan dimana dihadirkan berbagai produk pangan lokal, inovasi hasil pertanian yang telah ada dan dihasilkan  di wilayah Kabupaten Bangka Barat. Peran penyuluh begitu dibutuhkan dan diperlukan bagi kemajuan dan kemandirian masyarakat.


Kekompakan dan kesibukan begitu terasa terutama bagi teman-teman penyuluh yang datang dari berbagai Kecamatan di Kabupaten Bangka Barat untuk ikut membantu lancarnya kegiatan BBF 2015 ini. Koordinator dari masing-masing Kecamatan juga datang untuk menghias dan mendekor stand. Para penyuluh ddi BPP Muntok ikut sibuk mempersiapkan jauh-jauh hari dengan membuat beraneka olahan produk hasil dari pertanian, pembuatan tepung dari inovasi yang telah berhasil mereka temukan, serta mempersiapkan berbagai tanaman yang akan mempercantik stand BKP3.
Dengan adanya "Bangka Barat Fair 2014" diharapkan berbagai potensi daerah bisa tergambarkan/terekspos, diketahui dan mampu dipahami yang kemudian akan menjadi inspirasi sehingga dikembangkan masyarakat untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraannya.
Salut dan sukses untuk semua teman-teman penyuluh di Kabupaten Bangka Barat. Tetap semangat dan terus berkarya demi mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan di Bumi Sejiran Setason yang kita cintai ini.
Salam Penyuluh ^_^
foto: dok.pribadi

Rabu, 12 Agustus 2015

Temu Teknis Penyuluh (Apel Siaga Penyuluh) Se-Provinsi Bangka Belitung 2015

Penyuluhan dilakukan dengan menggunakan pendekatan partisipatif melalui mekanime kerja dan metode yang disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi pelaku utama dan pelaku usaha baik di bidang pertanian, perikanan dan kehutanan. Diharapkan dengan adanya penyuluhan, para pelaku utama dan pelaku usaha di bidang kelautan dan perikanan dapat merubah pola pikir dan perilaku dalam kegiatan usahanya ke arah yang lebih baik melalui teknologi anjuran tepat guna.
                
Pertemuan Teknis Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk menyatukan hati dan pikiran untuk menyelaraskan gerak langkah untuk mensukseskan program-program pemerintah dan melaksanakan amanah masyarakat.

Penyuluhan dalam pemberdayaan masyarakat merupakan suatu proses perbaikan yang ditujukan untuk memberikan kemampuan kepada masyarakat agar tahu, mau dan mampu, serta akap melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan keluarganya.

Proses perbaikan tersebut tidak mungkin dilaksanakan jika seluruh pemangku kepentingan tidak berupaya untuk memperbaiki diri, memahami fakta, memahami kebutuhan, memahami permaalahan, serta melakukan aksi untuk kemanfaatan dan kemaslahatan semua pihak.

Untuk itu upaya perbaikan dan pengambilan langkah-langkah dalam penyuluhan perlu adanya kebersamaan dan gerak langkah untuk mencapai suatu tujuan, maka kegiatan Temu Teknis Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Pehutanan se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 015 ini dipandang sangat penting untuk dilaksanakan.

Maksud dari kegiatan ini adalah menyatukan persepsi, motivasi, tekad dan gerak langkah dalam mendukung pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sedangkan tujuannya adalah, satu, meningkatkan pengetahuan, wawasan dan ketrampilan (PKS) penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan dalam penyelenggaraan penyuluhan; dua, untuk menggali pengalaman para penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan dalam melaksanakan tuga penyuluhan.

Peserta kegiatan temu teknis penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2015 terdiri dari: satu, penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung; dua, petugas pendamping dari Kabupaten/ Kota. Seluruh peserta berjumlah sekitar 413 orang penyuluh.

Metode pelaksanaannya sebagai berikut: satu, pemaparan/ penyajian materi disertai diskusi dan tanya jawab; dua, perlombaan uji kemampuan teori dan praktek secara perorangan/ beregu; tiga, olahraga/ permainan persaudaraan/ dinamika kelompok.

Pelaksanaannya adalah: hari Senin, 10 Agustus 2015 peserta melakukan registrasi (check in) di tempat penginapan yang sudah ditentukan masing-masing penyuluh, malam harinya diadakan pembukaan yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Bakorluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Selasa, 11 Agustus 2015 pagi hari diadakan apel siaga penyuluh berupa pengarahan dari Gubernur kepulauan Bangka Belitung yang dalam hal ini diwakili oleh Asisten beliau. Siang harinya penyampaian materi dari kementerian pusat seperti departemen pertanian, kehutanan dan kementerian Kelautan dan Perikan. KKP diwakili oleh kapusluh KP yaitu Bapak Tatang. Sore harinya diadakan cerdas cermat antar penyuluh yang mewakili tiap Kabupaten/ Kota. Malam harinya dilanjutkan materi dari masing-masing ketiga instansi tersebut di tingkat provinsi. Dalam setiap penyampaian materi di masing-masing instansi selalu diadakan sesi diskusi (tanya jawab) antara pemateri dan para penyuluh.


Hari ketiga, Rabu 12 Agustus 2015 diadakan pengarahan yang disampaikan secara langsung oleh Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung disertai sesi tanya jawab (diskusi). Kemudian dilanjutkan kegiatan karya inovasi teknologi oleh penyuluh yang mewakili tiap Kabupaten/ Kota. Di sesi ini diharapkan para penyuluh dapat saling bertukar informasi ilmu pengetahun, teknologi dan inovasi yang telah dikembangkan di daerahnya.

Output (keluaran) yang dicapai adalah: satu, terlaksananya kegiatan temu teknis penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2015; dua, termotivasinya para penyuluh dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan; tiga, terlaksananya penyelenggaraan penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan yang efektif dan efisian. Sedangkan outcome (hasil) yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terciptanya persamaan persepsi serta kesiapan tenaga penyuluh dalam melaksanakan penyelenggaraan penyuluhan di tingkat Provinsi dan Kabupaten/ Kota.



foto: dok. pribadi