Tampilkan postingan dengan label ketahanan pangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ketahanan pangan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Maret 2016

Monev BKP3 Kab. Babar ke Desa Kapit dan Desa Airgantang


Pada hari ini, Kamis 31 Maret 2016 diadakan monitoring dan evaluasi (Monev) atau supervisi dari BKP3 Kabupaten Bangka Barat kepada penyuluh di Desa Kapit dan Desa Airgantang. Pagi hari monev dilaksanakan di Desa Kapit tepatnya di kantor desa tersebut.

IMG_20160331_120353

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bapak Sekban BKP3 beserta kabid penyuluhan dan koordinator penyuluhan se-Kabupaten Bangka Barat. Bapak Kepala Desa Kapit beserta anak buahnya juga ikut hadir, serta masyarakat desa tersebut yang memiliki usaha baik ddi bidang pertanian, perikanan, perkebunan dan kehutanan. Tidak lupa pula beberapa penyuluh, baik penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan di wilayah kerja Kecamatan Parittiga juga ikut menghadiri kegiatan tersebut.

IMG_20160331_120424

Antusiasme masyarakat desa Kapit yang hadir cukup tinggi, ini tebukti dengan banyaknya pertanyaan, saran, masukan dan kritik membangun yang disampaikan oleh masyarakat ke pemerintah dalam hal ini melalui BKP3 pada forum monev kali ini.

Siang hari, sekitar jam 13.30 wib monev dilanjutkan di desa Airgantang. demi kenyamanan dan kemudahan maka tempat monev di desa Airgantang diadakan di kantor Balai Penyuluhan Kecamatan (BPK) Parittiga.Antusiasme masyarakat desa Kapit yang hadir cukup tinggi, ini tebukti dengan banyaknya pertanyaan, saran, masukan dan kritik membangun yang disampaikan oleh masyarakat ke pemerintah dalam hal ini melalui BKP3 pada forum monev kali ini.

Sama dengan monev di desa Kapit, maka untuk di desa Airgantang juga dihadiri oleh beberapa perwakilan dari BKP3 Kab. Bangka Barat, bapak Kepala Desa Airrgantang, beberapa warga desa Airgantang dan Gapoktan Arga Sejahtera yang bergerak di bidang pertanian, perkebunan dan perikanan.

IMG_20160331_143603

Sedangkan monev di desa Airgantang membahas tentang berrbagai permasalahan, kendala dan musyawarah kelompok di Gapoktan Arga Sejahtera. Juga membahas segala sesuatu yang terjadi dan dialami oleh pelaku utama ataupun pelaku usaha baik bidang pertanian, perikanan, perkebunan dan kehutanan.

IMG_20160331_143802

Kegiatan monev ini bertujuan utamannya untuk mengetahui sejauh mana kinerja penyuluh yang ada di lapang. Apakah para penyuluh telah benar-benar turun ke lapang untuk mendampingi, berbagi ilmu dan bersosialisasi dengan masyarakat di desa. Juga menampung aspirasi, keluhan, kendala, saran, masukan dan kritik membangun dari masyarakat yang bisa disampaikan secara langsung kepada pemerintah dalam hal ini melalui BKP3 Kab. Bangka Barat untuk dapat ditindaklanjuti segera.


Semoga ke depannya monev yang diadakan bukan hanya fomalitas belaka. Akan tetapi benar-benar mampu memberikan kontribusi yang nyata bagi perkembangan dan kemajuan di wilayah desa atau kecamatan tersebut. 

Rabu, 12 Agustus 2015

Temu Teknis Penyuluh (Apel Siaga Penyuluh) Se-Provinsi Bangka Belitung 2015

Penyuluhan dilakukan dengan menggunakan pendekatan partisipatif melalui mekanime kerja dan metode yang disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi pelaku utama dan pelaku usaha baik di bidang pertanian, perikanan dan kehutanan. Diharapkan dengan adanya penyuluhan, para pelaku utama dan pelaku usaha di bidang kelautan dan perikanan dapat merubah pola pikir dan perilaku dalam kegiatan usahanya ke arah yang lebih baik melalui teknologi anjuran tepat guna.
                
Pertemuan Teknis Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk menyatukan hati dan pikiran untuk menyelaraskan gerak langkah untuk mensukseskan program-program pemerintah dan melaksanakan amanah masyarakat.

Penyuluhan dalam pemberdayaan masyarakat merupakan suatu proses perbaikan yang ditujukan untuk memberikan kemampuan kepada masyarakat agar tahu, mau dan mampu, serta akap melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan keluarganya.

Proses perbaikan tersebut tidak mungkin dilaksanakan jika seluruh pemangku kepentingan tidak berupaya untuk memperbaiki diri, memahami fakta, memahami kebutuhan, memahami permaalahan, serta melakukan aksi untuk kemanfaatan dan kemaslahatan semua pihak.

Untuk itu upaya perbaikan dan pengambilan langkah-langkah dalam penyuluhan perlu adanya kebersamaan dan gerak langkah untuk mencapai suatu tujuan, maka kegiatan Temu Teknis Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Pehutanan se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 015 ini dipandang sangat penting untuk dilaksanakan.

Maksud dari kegiatan ini adalah menyatukan persepsi, motivasi, tekad dan gerak langkah dalam mendukung pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sedangkan tujuannya adalah, satu, meningkatkan pengetahuan, wawasan dan ketrampilan (PKS) penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan dalam penyelenggaraan penyuluhan; dua, untuk menggali pengalaman para penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan dalam melaksanakan tuga penyuluhan.

Peserta kegiatan temu teknis penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2015 terdiri dari: satu, penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung; dua, petugas pendamping dari Kabupaten/ Kota. Seluruh peserta berjumlah sekitar 413 orang penyuluh.

Metode pelaksanaannya sebagai berikut: satu, pemaparan/ penyajian materi disertai diskusi dan tanya jawab; dua, perlombaan uji kemampuan teori dan praktek secara perorangan/ beregu; tiga, olahraga/ permainan persaudaraan/ dinamika kelompok.

Pelaksanaannya adalah: hari Senin, 10 Agustus 2015 peserta melakukan registrasi (check in) di tempat penginapan yang sudah ditentukan masing-masing penyuluh, malam harinya diadakan pembukaan yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Bakorluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Selasa, 11 Agustus 2015 pagi hari diadakan apel siaga penyuluh berupa pengarahan dari Gubernur kepulauan Bangka Belitung yang dalam hal ini diwakili oleh Asisten beliau. Siang harinya penyampaian materi dari kementerian pusat seperti departemen pertanian, kehutanan dan kementerian Kelautan dan Perikan. KKP diwakili oleh kapusluh KP yaitu Bapak Tatang. Sore harinya diadakan cerdas cermat antar penyuluh yang mewakili tiap Kabupaten/ Kota. Malam harinya dilanjutkan materi dari masing-masing ketiga instansi tersebut di tingkat provinsi. Dalam setiap penyampaian materi di masing-masing instansi selalu diadakan sesi diskusi (tanya jawab) antara pemateri dan para penyuluh.


Hari ketiga, Rabu 12 Agustus 2015 diadakan pengarahan yang disampaikan secara langsung oleh Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung disertai sesi tanya jawab (diskusi). Kemudian dilanjutkan kegiatan karya inovasi teknologi oleh penyuluh yang mewakili tiap Kabupaten/ Kota. Di sesi ini diharapkan para penyuluh dapat saling bertukar informasi ilmu pengetahun, teknologi dan inovasi yang telah dikembangkan di daerahnya.

Output (keluaran) yang dicapai adalah: satu, terlaksananya kegiatan temu teknis penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2015; dua, termotivasinya para penyuluh dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan; tiga, terlaksananya penyelenggaraan penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan yang efektif dan efisian. Sedangkan outcome (hasil) yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terciptanya persamaan persepsi serta kesiapan tenaga penyuluh dalam melaksanakan penyelenggaraan penyuluhan di tingkat Provinsi dan Kabupaten/ Kota.



foto: dok. pribadi

Kamis, 13 Maret 2014

Perikanan Budidaya Dukung Ketahanan Pangan Melalui Nila Salina

Sinergi dan kerjasama untuk mengembangkan sector perikanan budidaya perlu dilakukan di semua lini dan bidang. Salah satunya seperti yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi(BPPT) dalam mengembangkan komoditas ikan Nila Salina (Saline Tilapia Indonesia). “Kerjasama yang dijalin antara DJPB dan BPPT ini sudah dilakukan sejak tahun 2007. Mulai dari Breeding Program Kerapu, Pembuatan Vaksin Kerapu sampai dengan sekarang ini yaitu Pengembangan Ikan Nila Salin. Disamping  itu, BPPT adalah pembina dari perekayasa-perekayasa yang berada di semua Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup DJPB, sehingga saya yakin kerjasama ini akan terus menghasilkan teknologi-teknologi terapan di bidang perikanan budidaya yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat”. Demikian disampaikan oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, dalam acara penandatanganan kerjasama antara DJPB-KKP dengan BPPT di Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang.  


Saat ini, sector perikanan khususnya perikanan budidaya, terus di dorong untuk menjadi salah satu andalan dalam ketahanan pangan. Salah satu komoditas yang terkait dengan ketahanan pangan adalah Nila. “Ikan Nila adalah komoditas yang sudah lama dikenal oleh masyarakat luas, baik dari segi budidaya maupun rasanya. Melalui kerjasama teknologi dengan BPPT ini, kita mampu membudidayakan nila di kondisi air payau atau bahkan mendekati air laut yaitu antara 20 – 25 promil. Dengan komoditas ini kita akan bisa memanfaatkan lahan-lahan kosong di pinggir pantai untuk bisa lebih produktif dan menghasilkan. Tentunya ini akan mampu mendorong produksi, meningkatkan produktifitas, menyerap tenaga kerja, menambah pendapatan dan meningkatkan pendapatan masyarakat”, tambah Slamet. 

Slamet menambahkan bahwa berdasarkan data yang dihimpun oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization/ FAO), produksi perikanan budidaya dunia telah mencapai 66 juta ton, jumlah itu telah mampu melebihi produksi daging sapi yang hanya 63 juta ton. Dan untuk produksi perikanan budidaya Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat. Tahun 2012 produksinya 9,6 ton, 2013 targetnya 13 juta ton dan untuk tahun 20014 targetnya 16,9 juta naik 40% dari target tahun 2013.
 
“Tren target dari perikanan budidaya setiap tahun semakin meningkat, dan sejauh ini targetnya selalu terlampaui bahkan hasilnya lebih tinggi, apalagi masyarakat dunia sekarang lebih memilih mengkonsumsi ikan, dibandingkan dengan daging yang penuh dengan resiko maupun penyakit, dan ikan saat ini ikan menjadi pilihan makanan dunia,” kata Slamet

Lebih lanjut Slamet mengatakan bahwa perikanan nasional khususnya perikanan budidaya menjadi andalan ketahanan pangan nasional maupun dunia, memang benar adanya. Pasalnya adanya perubahan musim, cuaca yang tidak mendukung, sehingga menjadikan nelayan tidak dapat melaut sehingga menurunkan produktivitas perikanan tangkap. “Tapi tidak demikian dengan perikanan budidaya, karena bisa dikelola produktivitasnya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial. Bahkan bukan hanya menjadi andalan ketahanan pangan saja tapi bisa diekspor untuk cadangan devisa negara,” ungkap Slamet.


Kebijakan industrialisasi perikanan budidaya berbasis ekonomi biru yang digulirkan oleh KKP dan diikuti dengan program kebijakan lain seperti pola maupun skema budidaya yang lebih sistematis, diharapkan akan terus meningkatkan ketertarikan sektor perbankan maupun investor untuk membantu permodalan pembudidaya, belum lagi pengembangan teknologi yang terus menerus menjadikan produktivitas perikanan nasional semakin berkelas dan berkualitas tinggi. “Intinya adalah bahwa perikanan budidaya sudah siap menghadapi tantangan tahun 2014 dan tantangan pasar bebas ASEAN tahun 2015 nanti,” tegas Slamet
  
Pengembangan Teknologi
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPPT Marzan Al Iskandar mengatakan, potensi bisnis perikanan masing sangat besar dan terbuka lebar ke depan. Adanya kerjasama seperti ini merupakan merupakan langkah awal untuk terus mengembangkan kerjasamanya kedepan untuk peningkatan yang lebih baik lagi untuk perikanan budidaya. “Dengan potensi yang ada saya sangat optimism perikanan budidaya mampu sebagai penopang perekonomian nasional,” katanya.
Adanya kerjasama ini salah satu merefleksikan untuk dapat terus menggali potensi bisnis perikanan yang masih terbuka lebar dalam lingkup perikanan nasional untuk terus dikembangkan dengan inovasi yang terus tumbuh dan berkembang. “Adanya sinergi ini sangat penting guna pencapaian produktivitas perikanan budidaya nasional dimasa-masa mendatang,” tegasnya.
  
Kerjasama Hulu Hilir
Disamping penandatanganan kerjasama antara DJPT dan BPPT, juga dilakukan penandatanganan kerjasama antara BLUPPB Karawang dengan retailer seperti Hypermart dan D’Cost serta dengan PT. ADIB Global Food Supplies (AGFS). 
Direktur Utama PT AGFS, Budi Mulyono menyatakan bahwa perusahaannya berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan, dan sector perikanan budidaya dirasa cukup tepat untuk program ini karena mempunyai efek yang cukup besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Dan untuk menarik lebih banyak investor di bidang perikanan budidaya, perlu kita tingkatkan dan kita pikirkan bersama dalam hal meningkatkan system budidaya dari system tradisional ke system semi intensive atau intensive. Pemerintah telah memulai dengan program industrialisasi yang kami harapkan akan mampu menjaga kualitas dan kuantitas produk. Selain itu harus tetap meningkatkan budaya makan ikan, sehingga mampu meningkatkan konsumsi ikan”, katanya. 
Dari pihak retailer yaitu Hypermart yang diwakili oleh Manager Purchasing, Christine, menyatakan bahwa sampai saat ini permintaan fillet patin (Dorry) yang disuplly oleh PT AGFS dan bersumber dari BLUPPB Karawang sudah mencapai 10 ton perbulan. Dengan adanya nila salina ini diharapkan aka nada diversifikasi produk. “Karena nila cukup banyak digemari, sehingga ke depan akan banyak permintaan fillet nila”, ujarnya.
Sedangkan dari D’Cost yang diwakili oleh General Manager Purchasing, Utomo, mengatakan produk perikanan budidaya harus bisa memenuhi kebutuhan pasar dari segi ukuran. “sebagai contoh untuk nila harus ukuran satu kilo isi dua ekor. Apabila itu bisa dipenuhi, saya yakin permintaan nila akan meningkat karena rasa dan harganya yang pas dengan permintaan pelanggan”, ungkapnya.

Narasumber :
Dr. Ir. Slamet Soebjakto  
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya 
sumber: kkp.go.id